Review: Akhir Penantian 16 Tahun, Voli Dramatis Ferran Torres Runtuhkan Tembok Kokoh Argentina di New Jersey

B
Bolamania

Jurnalis Bola Mania

20 Juli 2026
Review: Akhir Penantian 16 Tahun, Voli Dramatis Ferran Torres Runtuhkan Tembok Kokoh Argentina di New Jersey

Review: Akhir Penantian 16 Tahun, Voli Dramatis Ferran Torres Runtuhkan Tembok Kokoh Argentina di New Jersey

Skor Akhir: Spanyol 1 - 0 Argentina

Lokasi: MetLife Stadium, New Jersey

Pertandingan puncak Piala Dunia 2026 menyajikan duel intens antara sepak bola penguasaan ala Spanyol melawan daya juang dan ketangguhan mental sang juara bertahan, Argentina. Dalam laga yang menjadi perpisahan Lionel Messi di panggung Piala Dunia ini, Spanyol sukses merengkuh supremasi tertinggi sepak bola lewat kemenangan 1-0 yang harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu.

Waktu Normal: Dominasi Total Spanyol dan Rekor Emi Martínez

Sejak awal, skuad asuhan Luis de la Fuente langsung mengambil kendali lapangan. Lini tengah Spanyol yang dikomandoi Rodri dan Fabian Ruiz memaksa Argentina bermain sangat pasif. Selama 90 menit waktu normal, Spanyol melepaskan 15 tembakan dan 9 sepak pojok, berbanding terbalik dengan Argentina yang dipaksa bertahan tanpa satu pun tembakan (0 tembakan) maupun sepak pojok yang berarti.

Namun, dominasi tersebut berkali-kali mentah di hadapan Emiliano Martínez. Kiper Argentina ini tampil sangat heroik dengan mencetak rekor 10 penyelamatan—jumlah terbanyak dalam sejarah laga final Piala Dunia. Ketegangan memuncak di ujung babak kedua saat Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90 usai melanggar Pau Cubarsí. Argentina pun harus menjalani extra time dengan hanya 10 pemain.

Perpanjangan Waktu: Penentu Kemenangan dari Bangku Cadangan

Bermain dengan keunggulan pemain membuat La Furia Roja makin leluasa mengurung pertahanan Albiceleste di babak tambahan. Momentum emas yang ditunggu akhirnya tiba di menit ke-106.

Skema serangan ini diarsiteki oleh pergerakan Lamine Yamal yang memancing celah sebelum bola diberikan ke Pedro Porro di sisi lapangan. Umpan lambung Porro disundul dengan cerdas oleh Nico Williams ke area berbahaya. Ferran Torres, yang masuk menggantikan Mikel Oyarzabal pada menit ke-61, merespons paling cepat dan melepaskan tembakan voli keras kaki kiri yang akhirnya merobek gawang Martínez.

Di sisa waktu, Argentina yang kehabisan tenaga tetap mencoba membalas lewat pergerakan Messi, namun keunggulan 1-0 untuk Spanyol bertahan hingga laga usai.

Momen & Fakta Kunci

  • Ferran Torres: Membuktikan diri sebagai supersub yang tepat; gol volinya pada babak kedua extra time memastikan sejarah tercipta bagi negaranya.

  • Emiliano Martínez: Walau harus merelakan gawangnya jebol, 10 penyelamatannya sukses menahan gempuran Spanyol dan menjadi penampilan individual paling solid di laga tersebut.

  • Sejarah Ganda Spanyol: Dengan kemenangan ini, Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua mereka (setelah 2010), dan secara luar biasa mengawinkan gelar juara dunia dengan trofi Euro 2024 yang mereka menangi dua tahun sebelumnya.

Bagi Lionel Messi dan skuad Argentina, kekalahan dramatis ini menutup era emas kejayaan mereka sejak 2022. Sementara itu, regenerasi skuad Spanyol membuktikan bahwa sepak bola indah tiki-taka vertikal mereka adalah raja baru di persepakbolaan dunia.

 

Tags:
Share: