• Subscribe
  • Email
    • Gmail
    • Yahoo
  • lorem ipsum

Pelatih Malaysia U-19 Sesalkan Aksi Negatif Penonton Indonesia

Donay Leandro  • 13 Juli 2018

Pelatih Malaysia U-19 Sesalkan Aksi Negatif Penonton Indonesia Wasit saat diamankan oleh petugas dari lemparan (bola.com)

Bolaliar.com. berita bola --- Kekalahan timnas Indonesia U-19 dari Malaysia di laga semifinal Piala AFF U-19, Kamis (12/7) malam diwarnai insiden tak mengenakan.

 

Tak terima tim Garuda Nusantara kalah, sejumlah penonton yang masih berada di Stadion Gelora Delta Sidoarjo melakukan tindakan negatif dengan melempari para pemain dan ofisial timnas Malaysia dengan botol plastik dan beberapa barang lainnya.

 

Selain para pemain dan oficial Malaysia, sebelumnya pelemparan botol juga dialami oleh wasit Clifford Potani Daypuyat yang hendak masuk ke ruang ganti.

 

Akibat aksi buruk itu para pemain Malaysia beserta ofisial nya pun sempat terjebak di dalam area lapangan selama lebih kurang 15 menit.

 

style="text-align: justify;">Pelatih Timnas Malaysia U-19, Bojan Hodak, sangat menyayangkan terjadinya insiden ini. Menurutnya, penonton tidak seharusnya menyerang pemain lawan dengan alasan apapun.

 

"Di Eropa, hal seperti ini terjadi sekitar 30 tahun yang lalu," cetusnya dikutip dari bola.com.

 

"Harusnya hal seperti ini harusnya tidak terjadi karena bisa melukai para pemain. Saya tidak habis pikir suporter Indonesia masih melakukan hal seperti ini," tambah Hodak.

 

Pelatih asal Kroasia itu menyatakan hal-hal seperti ini harus segera ditinggalkan oleh suporter mana pun di dunia.

 

"Saya menjadi pelatih di Malaysia sejak 2006 ketika menangani sebuah klub. Dulu hal seperti ini juga terjadi, tapi sepak bola Malaysia kini sudah berubah. Suporter sudah mulai tertib dan terdidik selama lima tahun terakhir ini," imbuh Hodak.

 

Menurut Hodak, PSSI punya pekerjaan rumah besar untuk mengatasi permasalahan ini. Apalagi, Indonesia bakal menjadi tuan rumah dalam beberapa event sepak bola pada tahun ini.

 

"Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) harus merangkul suporter dan melakukan edukasi. Semua pihak tentu tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi di Piala Asia U-19 2018 dan Asian Games juga. Indonesia akan jadi tuan rumah dan harus dibuktikan bisa berubah,” tandasnya.