• Subscribe
  • Email
    • Gmail
    • Yahoo
  • lorem ipsum

Dilempari Botol Dan Batu Bata, Begini Reaksi Pelatih Bhayangkara

Donay Leandro  • 13 Februari 2020

Dilempari Botol Dan Batu Bata, Begini Reaksi Pelatih Bhayangkara Pelatih Bhayangkara, Paul Munster saat dilempari oknum pendukung Persebaya (foto: Allex Qomarulla/Jawa Pos)

Bolaliar.com. berita bola– Laga kedua Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 melawan Persebaya Surabaya, Rabu (12/2) kemarin meninggalkan sepenggal cerita untuk pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster.

Dalam laga yang dimenangkan oleh Bhayangkara itu, Paul Munster mendapat perlakuan kurang menyenangkan usai dilempar batu bata oleh oknum pendukung Persebaya.

Melihat kejadian itu, Paul Munster hanya bisa geleng-geleng kepala. Menurutnya, hal ini merupakan kurangnya rasa respect dari oknum suporter kepada pelatih lawan.

Pada pertandingan itu, Paul Munster memang seperti biasa suka mengekspreksikan dirinya di pinggir lapangan. Apalagi, saat Bhayangkara FC sukses menang berkat gol semata wayang dari Dendy Sulistyawan tentu membuatnya sontak merayakan.

Akan tetapi, hal tersebut nyatanya membuat beberapa oknum suporter

terpancing. Padahal, Munster menyebut kalau ekspresinya itu sama sekali tak bermaksud untuk memprovokasi pendukung lawan. Paul Munster makanya heran dilempar batu bata.

“Itu bukan provokasi. Tapi karena memang karakter saya ketika di pinggir lapangan seperti itu. Mungkin oknum fans Persebaya melihat saya malah melempar botol bahkan ada lempar batu bata yang hampir mengenai saya,” ungkap Paul Munster usai laga.

Eks pelatih Vanuatu itu mengaku sempat menenangkan Bonek. “Kalian bisa melihat saya coba menenangkan Bonek. Tapi karena saya yang menenangkan, malah semakin menjadi.”

Untuk melempari botol, Paul Munster sebenarnya tak masalah. Tapi ketika ada batu bata yang sampai dilempar dan nyaris mengenainya, dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Itu karena kurangnya edukasi dan respek. Karena melempar pelatih lawan batu bata sangat memalukan. Ini juga terjadi seperti musim lalu . Ini sangat memalukan,” tutup dia.